Mutasi dan Rotasi Lingkup Dinkes Maros Menuai Kontroversi

Iklan Semua Halaman

Mutasi dan Rotasi Lingkup Dinkes Maros Menuai Kontroversi

Monday, 9 February 2015


Tirtaindonesia, melaporkan reaksi pegawai khususnya para dokter umum, dokter gigi, parmasi dan laporan dari Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Maros pada hari kamis, 5 Februari 2015 pukul 14:00 WITA.
 Reaksi kontroversi tersebut mulai terjadi ketika SK Mutasi tersebut bocor melalui ulah staf Kominfo Maros yang melakukan perubahan pada data pegawai melalui check clook, padahal SK tersebut belum di tanda-tanganii oleh Bupati. Menurut “Rusli, S.Kep,M.Kes” Kepala Seksi Kepegawaian Dinas Kesehatan Maros yang sempat dikompirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak tau menahu tentang mutasi tersebut, Lanjut Rusli, memang sebelumnya terdengar kabar ada SK mutasi yang beredar hanya saja dirinya tidak percaya pasalnya sudah mencari data pengusulan mutasi di kantornya terjata tidak ditemukan bahkan tidak ada satupun pejabat di kantor dinas kesehatan maros yang mengaku sebagai aktor dalam mutasi tersebut.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Kepala Puskesmas Maros “Muhammad Hatt” mengatakan sebenarnya mutasi itu biasa dan tidak perlu dipersoalkan jika konsepnya jelas yakni mereka dimutasi dalam kepentingan pembinaan atau pengembangan dengan mempertimbangkan aspek kesejahteraan pegawai. 
Lanjut Hatta’ mutasi kali ini tidak memiliki konsep yang jelas, bahkan terkesan bukan mutasi, akan tetapi Rotasi Pegawai sehingga terjadi reaksi penolakan untuk  dimutasi. 
Keterangan salah satu pegawai (hr) yang masuk dalam daftar mutasimengatakan bahwa dirinya sudah bekerja aktif didaerah puskesmas terpencil selama sepuluh tahun, dan berharap dapat di mutasi minimal lebih dekat dengan tempat tinggalnya, namun yang diharapka ternyata malah merugikan saya.

Lain lagi dengan PD yang merasa keberatan dikirim ke Puskesmas yang lebuh jauh soalnya dirinya tidak pernah melakukan kesalahan bahkan kinerjanya sangat bagus (kata teman-temannya). Bahkan tidak jarang dari mereka yang dimutasi menghadap ke BKD, dan Ke Kepala Dinas Kesehatan dengan derai air mata yang tidak ada solusinya. Menurut Ketua Forum Kapus “Hatta” setelah berkoordinasi dengan Kepala DInas Kesehatan Maros “dr.H.A.Firman Jaya” bahwa kadis kesehatan akan membahas secepatnya hasil mutasi tersebut bersama dengan para kepala Puskesmas. ILO